Cara Dapat Uang Dari Facebook!

Posted by admin | Artikel, Facebook | Wednesday 27 January 2010 10:52 am

Percaya atau tidak, tapi facebook memang benar-benar lahan baru untuk promosi. Tapi tentu saja, di facebook anda harus benar-benar tampil lain daripada ketika anda berpromosi melalui iklan baris atau nyepam di dofollow blog. Di facebook kemampuan marketing anda benar-benar diuji. Sekali anda lolos ujian, insya Allah hanya tinggal menunggu waktu aja, rejeki akan mengalir dengan sendirinya.

Lalu bagaimana sih caranya dapat uang dari Facebook?

facebook_marketing

Sebenarnya sih sederhana. Modalnya cuma senyum dan kepedulian. Berikan waktu anda untuk teman-teman anda. Ajak mereka bicara hal-hal yang gak penting sama sekali. Seperti makanan favorit, minuman kegemaran atau bahkan film kartun yang lagi ditonton bersama keluarga

Kalau perlu anda wajib punya satu nomor three agar bisa senantiasa update status dan memantau status teman-teman anda. Dengan modal 5000 perak sebulan, anda bisa berfacebook-an gratis. Sayangnya saya belum punya HP khusus untuk ini. Masih cari2 yang murah2 aja asal enak buat SMS. Ada yang mau nyumbang? Hehehe..

Anda juga bisa share pengetahuan dalam bidang apapun. Gak usah kuatir repost atau jadul. Yang penting anda sudah berusaha berbagi. Lambat laun anda akan jadi profesional sendiri kok. Percaya deh. Penulis yang baik itu bukan hasil belajar bertahun-tahun, tapi hasil nulis berjuta-juta kata.

Nah, lalu kapan jualannya mas?

Ya kapan aja toh. Cuma jangan dibuat gini. Hari 1-10 ngomong gak penting, trus setelah itu hari ke 11, dst promosi terus. Ya langsung anda dibanned dari daftar teman.

Kalau teknik saya, 10 hari ngobrol, 1 kali promosi. Itupun promosinya bukan nada promosi. Saya cuma jelasin aja apa yang sedang saya lakukan. Misalnya seperti ini:

  • lagi bikin ebook baru buat member cafebisnis
  • lagi update page cafebisnis yang baru
  • lagi ngelayani member cafebisnis yang ada masalah dengan blognya
  • nyiapin CD buat dikirim ke member baru cafebisnis

Anda lihat status saya diatas? Apakah anda mengira saya sedang promosi? Sama sekali tidak, tapi kata-kata diatas akan memperkuat brand cafebisnis sebagai tempat belajar yang paling peduli dengan membernya. Hasil akhirnya ketika mereka tiba2 ada rejeki dan ingin bergabung, siapa coba yang untung?

Tapi semua tergantung karakteristik teman-teman anda sendiri. Kalau saya kebanyakan profesional, trainer dan rekan-rekan di cafebisnis semua. Jadi ya musti hati-hati pilih kata-katanya.

Nah, itu sedikit sharing aja proses belajar saya di Facebook. Yang jelas pendapatan bulan ini cukup terangkat daripada bulan-bulan yang lalu. Mudah-mudahan terus naik biar semangat bikin produk barunya.. hehehe

Pembobolan ATM Modern

Posted by admin | News | Wednesday 27 January 2010 9:54 am

Kehidupan makin sulit, pengangguran makin banyak, orang makin materialistis, tidak menghargai proses, maunya serba instant, maka segala macam cara dilakukan untuk mempertahankan hidup, diantaranya adalah menipu.

Kamis tanggal 7 Agustus 2008 saya memasang iklan di harian Pos Kota melalui suatu Biro Iklan di dekat rumah, untuk menyewakan rumah di Jatimakmur, Bekasi. Iklan dipasang esok harinya, Jumat 8 Agustus. Sore harinya beberapa calon penyewa menghubungi saya baik melalui telepon rumah maupun handphone. Mereka menanyakan lokasi persisnya, ingin melihat kondisinya dan tentu saja harga sewanya.

Sabtu pagi tanggal 9 Agustus 2008 jam 08.45 saya menerima sms dari hp dengan nomer +6285882045737. Tulisan sms demikian (aslinya): “Maaf! Info dr kmi bpk RUDI harian Pos Kota. Shbungan rmh yg anda iklankn sudh ada yg brminat. Silahkn hub ibu Hj. ENDARWATI, SH. 081210584889. Trm ksh.”

Baru siangnya jam 13.30 saya menghubungi no hp ibu Hj. Endarwati, SH. Yang menerima seorang laki-laki, dengan sangat fasihnya dia mengucapkan salam dengan lengkap, suara berat dan meyakinkan sekali “Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.”

“Saya adalah suami Hj. Endarwati, SH, nama saya H. Rachmad. Saya sudah melihat rumah bapak, saya berkeinginan sekali untuk menyewanya selama tiga tahun, karena saya mau dipindah tugaskan ke Jakarta. Apakah rumah bapak sudah ada yang menyewa? Harga sewa per bulannya berapa?” lanjutnya.

Mendengar cara dan nada ucapannya, terlintas dalam pikiran saya, jangan-jangan ….jangan-jangan ….. Namun cepat-cepat pikiran tadi saya buang, tidak baik berpikiran negatif terhadap orang lain.

“Sampai saat ini rumah belum ada yang menyewa pak, bila bapak cocok dan berkeinginan menyewa silahkan. Harga sewanya pertahun Rp 7.000.000,” jawab saya.

Setelah tawar menawar akhirnya kami sepakat bahwa rumah akan disewa selama 3 tahun seharga Rp 20.000.000. Negosiasi terkesan sangat lancar dan cepat. Sebelum menutup percakapan, ia mengatakan bahwa barang-barangnya akan dimasukkan pada tanggal 15 Agustus 2008 dan pesan agar tidak diberikan orang lain.

Kurang lebih setengah jam H. Rachmad menghubungi saya lagi dengan hp. Dia mengatakan akan memberikan uang muka, karena khawatir kalau saya akan memberikan pada orang lain yang berani menyewa lebih tinggi. Untuk itu dia akan memberi uang muka sebagai uang kunci sebesar Rp 5.000.000, yang segera di transfer hari itu juga. Dia juga menanyakan nomor rekening saya.

Nomor rekening saya sampaikan lewat sms. Kira-kira sejam kemudian dia menghubungi saya lagi lewat sms. Tertulis di sms: “Dpnya sudh kami transferkn, silahkan dicek sekrng, apabila blm masuk segra hbungi sy, agr sy komplain di bank supaya ditransfer ulang trm ksh.”

Saya ke ATM terdekat di Slipi Jaya untuk mengecek, ternyata dana yang ditransfer belum masuk. Kemudian melalui sms saya beritahukan bahwa dana belum masuk ke rekening saya. Tak lama kemudian dia mengirim sms agar saya menelpon balik.

Saya penuhi permintaanya untuk menelepon balik dengan hp. Dia tanya apakah saya masih di ruamg ATM, jika masih agar saya memasukkan lagi ATM untuk dicek sama-sama.

Saya mulai curiga. Sudah tidak ragu lagi, pasti saya akan ditipu

Permintaannya saya tolak, saya minta agar dia mengulang lagi mentransfer dan akan saya cek setelah ditransfer. Tidak semudah itu jawabnya. Dia masih ngotot, menjelaskan bahwa dia mentransfer lewat internet, jadi perlu di cek bersama lewat ATM. Akhirnya saya bilang bahwa saya ragu terhadap kesungguhannya, kalau memang mau membayar DP silahkan transfer uangnya. Kemudian hp saya matikan.

Ternyata sampai esok harinya dia tidak menghubungi lagi. Kalau memang mau menyewa rumah saya dan dia orang baik-baik tentu dia akan menghubungi lagi. Jadi dia adalah penipu, mau membobol ATM saya. Allah masih melindungi saya sekeluarga.

soccerine Wordpress Theme