sistem kerja alat Tes Uji Kebohongan

Posted by admin | Artikel, News | Wednesday 25 November 2009 8:40 am
Masih segar dalam ingatan kita Verry Idham Henyansah alias Ryan, yang melakukan pembunuhan berantai. Untuk mengorek informasi dari Ryan, polisi menggunakan berbagai metode. Salah satunya menggunakan alt tes uji kebohongan (lie detector).
Bagai mana sih cara kerja alat tes uji kebohongan ini? Alat pendeteksi kebohongan ini (Polygraph) adalah sebuah alat yang digunakan untuk mengukur dan mencatat berbagai respon psikologikal seperti tekanan darah, pernapasan, denyut jantung dan konduktifitas kulit (skin conductifity) dengan cara mengatujkan pertanyaan kepada tersangka. Alat tes uji kebohongan ini akan mencatat semua aktifitas tubuh tersangka saat menjawab serangkaian pertanyaan yang di ajukan oleh polisi.

Bagian - bagian alat uji tes kebohongan

  • Pneumograph diletakan di sekitar dada dan perut. Alat ini berupa tabung yang di isi dengan udara. Fungsinya untuk menguji laju pernafasan.
  • Blood pressure cuff diletakan di lengan. Alat ini tentu sudah akrap dengan kita fungsinya untuk mengukur tekanan darah.
  • galvanometers diletakan di jari - jari. Alat ini untuk mengukur aktifitas listrik pada kulit.

Proses menjalani alat uji tes kebohongan.

Untuk melakukan tes uji kebohongan, pihak penguji dalam kasus Rian, Petugas Laboratorium Forensik Mabes Polri cabang Surabaya melakukan persiapan sebagai berikut:

  • Memasang alat uji kebohongan pada Ryan
  • Memberikan pertanyaan pada Ryan biasanya sekitar 10 pertanyanan dengan jawaban ya atau tidak.
  • Melakukan analisa dari hasil pengetesan

Saat diajukan pertanyaan oleh petugas, tersangka akan menjawab pertanyaan tersebut jika bohong alat uji tes kebohongan akan mencatat semua katifitas tersangka dalam bentuk grafik. Grafik akan meningkat jika tersangka berbohong.

Sumber: Wikipedia, howstuff

SISTEM MANAJEMEN JARINGAN BERBASIS WEB

Posted by admin | skripsi | Tuesday 24 November 2009 9:03 pm
Citra Hendrianto Dwi Cahyono

Abstract

Aplikasi manajemen jaringan yang dibuat dapat melakukan proses pengorganisasian jaringan, pembuatan peta jaringan, monitoring kinerja jaringan dan melakukan proses accounting jaringan. Sistem Manajemen Jaringan Berbasis Web ini dibangun dengan beberapa tahap yaitu analisis system, analisis kebutuhan system, merancang system dan mengimplementasikan system. Aplikasi ini diharapkan dapat dikembangkan lebih lanjut untuk manajemen jaringan dalam skala besar. Untuk proses cek reachabilitas diharapkan dapat dikembangkan dengan menggunakan program seperti NMAP sehingga akan didapatkan hasil yang lebih cepat. Aplikasi ini diharapkan dilengkapi dengan prose autobackup untuk melakukan backup data kinerja sehingga ukuran database tidak membesar.

soccerine Wordpress Theme