Pembobolan ATM didukung Jaringan Internasional

Posted by admin | Berita | Wednesday 27 January 2010 10:00 am

Penjahat jaringan internasional diduga telah mengendalikan kejahatan pembobolan anjungan tunai mandiri (ATM) yang marak terjadi di Indonesia baru-baru ini.

“Kami telah meminta bantuan interpol untuk menangkap tersangka yang berada di Australia dan Kanada,” kata Kepala Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Boy Rafli Amar di Jakarta, Selasa.

Namun Polda Metro Jaya tidak menyebutkan identitas warga negara asing yang mengendalikan jaringan itu.

Dalam aksinya, jaringan internasional itu bekerja sama dengan para tersangka yang berada di dalam negeri.

Jaringan dalam negeri berperan mencuri data-data ATM dengan menggunakan alat bernama skimmer sedangkan jaringan luar negeri berperan membaca data yang berada dalam skimmer.

Dari data yang terbaca itu, baik jaringan dalam negeri maupun luar negeri membuat ATM palsu dengan menggunakan data-data yang telah dicuri.

Kartu ATM itu dapat dipakai untuk transaksi baik di dalam negeri maupun di luar negeri.

Kasus ini terungkap ketika Polda Metro Jaya menerima laporan bahwa ada sekitar 500 rekening nasabah Bank Centra Asia (BCA) dibobol dengan kerugian sekitar Rp700 juta pada akhir Agustus 2009.

Dengan bekerja sama dengan pihak BCA, polisi dapat mengungkap kasus ini setelah mencurigai seseorang yang bertransaksi di salah satu ATM di Pademangan, Jakarta Utara.

Orang yang dicurigai itu mengendarai sepeda motor Nopol B 64XXX SAG. Dari pemilik sepeda motor itu, polisi dapat menangkap sembilan tersangka.

Salah satu tersangka bernama AR berperan memasang alat skimmer di mesin ATM untuk membaca data-data kartu ATM.

Data-data yang dicuri lalu dikirim ke Kanada dan Australia untuk dibaca.

Menurut Boy, tersangka AR hanya memasang di skimmer di satu mesin ATM saja .

“Kami masih mempelajari apa kasus ini terkait dengan kasus yang sama di Bali atau yang lainnya,” ujarnya.

SISTEM MANAJEMEN JARINGAN BERBASIS WEB

Posted by admin | skripsi | Tuesday 24 November 2009 9:03 pm
Citra Hendrianto Dwi Cahyono

Abstract

Aplikasi manajemen jaringan yang dibuat dapat melakukan proses pengorganisasian jaringan, pembuatan peta jaringan, monitoring kinerja jaringan dan melakukan proses accounting jaringan. Sistem Manajemen Jaringan Berbasis Web ini dibangun dengan beberapa tahap yaitu analisis system, analisis kebutuhan system, merancang system dan mengimplementasikan system. Aplikasi ini diharapkan dapat dikembangkan lebih lanjut untuk manajemen jaringan dalam skala besar. Untuk proses cek reachabilitas diharapkan dapat dikembangkan dengan menggunakan program seperti NMAP sehingga akan didapatkan hasil yang lebih cepat. Aplikasi ini diharapkan dilengkapi dengan prose autobackup untuk melakukan backup data kinerja sehingga ukuran database tidak membesar.

Honeypot Sebagai Monitor Aktifitas Penyerang Dalam Jaringan Nirkabel (HOTSPOT)

Posted by admin | Artikel | Tuesday 24 November 2009 8:47 pm
Harry Sabar Pardede

Abstract

Honeyspot merupakan sebuah sistem atau komputer server yang sengaja “dikorbankan” untuk menjadi target serangan bagi penyerang (attacker) yang melayani setiap serangan yang dilakukan oleh penyerang dalam melakukan penetrasi terhadap server utama tersebut dengan ‘menipu’ atau memberikan data palsu apabila ada orang yang memiliki maksud yang tidak baik ketika masuk ke suatu sistem atau server utama.Jadi honeyspot seolah-olah menjadi sistem yang ‘berhasil disusupi’, oleh penyerang, padahal penyerang tidak masuk ke sistem sebenarnya, tetapi malah masuk ke sistem yang palsu. Implementasi honeypot dengan honeyd pada jaringan nirkabel (hotspot) yang sangat berkembang pesat saat ini, akan menjaga keaman server utama hotspot dari penyerang yang mencoba melakukan penyerangan. Honeypot akan merekam sebuah aktifitas dari penyerang yang melakukan penyerangan terhadap server-server palsu yang memberikan layanan mirip dengan server utama dalam bentuk file log.

(more…)

soccerine Wordpress Theme