Kasus Pembobolan ATM, Polisi Minta Semua Pihak Untuk tidak Panik

Posted by admin | Berita | Wednesday 27 January 2010 10:07 am

Senin, 25 Januari 2010 | 19:27 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta - Polri meminta waktu untuk mendalami kasus pembobolan anjungan tunai mandiri (ATM) yang belakangan terjadi di beberapa daerah di Indonesia.

Menurut Kepala Divisi (Kadiv) Humas Polri, Irjen Pol Edward Aritonang, saat ini kasus pembobolan ATM sedang disidik. Oleh sebab itu, dia meminta waktu untuk dapat mendalami kasus tersebut.

Senada dengan Edward, Wakil Kepala Divisi (Wakadiv) Humas Polri, Brigjen Pol Sulistyo juga meminta kesempatan bagi Polri untuk bisa mengembangkan kasus itu. “Kita tidak ingin penyidik yang masih mendalami, terganggu dengan tuntutan-tuntutan yang ada,” katanya saat diwawancarai wartawan di Markas Besar (Mabes) Kepolisian, Senin (25/01).

Pembobolan sejumlah ATM yang belakangan terjadi, lanjut Sulistyo, memiliki beberapa modus operandi, dan itu yang akan dikembangkan tim penyidik. “Justru karena di beberapa tempat ada perbedaan, tentunya itu yang kita kembangkan.”

Sulistyo meminta masyarakat untuk mempercayakan kasus ini kepada Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) dan Kepolisian Daerah (Polda). “Kami ingin membuat penyelidikan semakin terang, karena itu percayakan tim dari Bareskrim dan Polda-Polda yang melaksanakan upaya melacak keterlibatan siapa pun,” ujar dia.

Cara Cegah Pembobolan ATM

Posted by admin | Artikel | Wednesday 27 January 2010 10:05 am

Karena banyak terjadi kasus pembobolan dana lewat ATM, berikut adalah tips bagi anda sebelum mengambil uang di ATM.

1. Cari mesin yang mulut mesinnya berwarna ijo. Kalau nggak ada, coba cari warna pink. Kalau nggak ada juga, coba cari warna biru. Kalau nggak ada juga, mungkin anda lagi di wartel bukan ATM.

2. Masukin ATM bank lain, untuk menipu penyadapan pin anda. Siapa tahu keluar juga duitnya.

3. Coba bicara dulu sama mesin ATM-nya. “Elo disadap nggak?” Kalau dia bilang nggak, ambil dah.

4. Coba tes masukin KTP anda dulu, kalau tiba-tiba fotonya keluar beda. Berarti itu disadap!

5. Bungkus kartu ATM anda dengan kondom untuk mencegah kebocoran/penyadapan.

Selamat Mencoba.

Pembobolan ATM didukung Jaringan Internasional

Posted by admin | Berita | Wednesday 27 January 2010 10:00 am

Penjahat jaringan internasional diduga telah mengendalikan kejahatan pembobolan anjungan tunai mandiri (ATM) yang marak terjadi di Indonesia baru-baru ini.

“Kami telah meminta bantuan interpol untuk menangkap tersangka yang berada di Australia dan Kanada,” kata Kepala Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Boy Rafli Amar di Jakarta, Selasa.

Namun Polda Metro Jaya tidak menyebutkan identitas warga negara asing yang mengendalikan jaringan itu.

Dalam aksinya, jaringan internasional itu bekerja sama dengan para tersangka yang berada di dalam negeri.

Jaringan dalam negeri berperan mencuri data-data ATM dengan menggunakan alat bernama skimmer sedangkan jaringan luar negeri berperan membaca data yang berada dalam skimmer.

Dari data yang terbaca itu, baik jaringan dalam negeri maupun luar negeri membuat ATM palsu dengan menggunakan data-data yang telah dicuri.

Kartu ATM itu dapat dipakai untuk transaksi baik di dalam negeri maupun di luar negeri.

Kasus ini terungkap ketika Polda Metro Jaya menerima laporan bahwa ada sekitar 500 rekening nasabah Bank Centra Asia (BCA) dibobol dengan kerugian sekitar Rp700 juta pada akhir Agustus 2009.

Dengan bekerja sama dengan pihak BCA, polisi dapat mengungkap kasus ini setelah mencurigai seseorang yang bertransaksi di salah satu ATM di Pademangan, Jakarta Utara.

Orang yang dicurigai itu mengendarai sepeda motor Nopol B 64XXX SAG. Dari pemilik sepeda motor itu, polisi dapat menangkap sembilan tersangka.

Salah satu tersangka bernama AR berperan memasang alat skimmer di mesin ATM untuk membaca data-data kartu ATM.

Data-data yang dicuri lalu dikirim ke Kanada dan Australia untuk dibaca.

Menurut Boy, tersangka AR hanya memasang di skimmer di satu mesin ATM saja .

“Kami masih mempelajari apa kasus ini terkait dengan kasus yang sama di Bali atau yang lainnya,” ujarnya.

Pembobolan ATM Modern

Posted by admin | News | Wednesday 27 January 2010 9:54 am

Kehidupan makin sulit, pengangguran makin banyak, orang makin materialistis, tidak menghargai proses, maunya serba instant, maka segala macam cara dilakukan untuk mempertahankan hidup, diantaranya adalah menipu.

Kamis tanggal 7 Agustus 2008 saya memasang iklan di harian Pos Kota melalui suatu Biro Iklan di dekat rumah, untuk menyewakan rumah di Jatimakmur, Bekasi. Iklan dipasang esok harinya, Jumat 8 Agustus. Sore harinya beberapa calon penyewa menghubungi saya baik melalui telepon rumah maupun handphone. Mereka menanyakan lokasi persisnya, ingin melihat kondisinya dan tentu saja harga sewanya.

Sabtu pagi tanggal 9 Agustus 2008 jam 08.45 saya menerima sms dari hp dengan nomer +6285882045737. Tulisan sms demikian (aslinya): “Maaf! Info dr kmi bpk RUDI harian Pos Kota. Shbungan rmh yg anda iklankn sudh ada yg brminat. Silahkn hub ibu Hj. ENDARWATI, SH. 081210584889. Trm ksh.”

Baru siangnya jam 13.30 saya menghubungi no hp ibu Hj. Endarwati, SH. Yang menerima seorang laki-laki, dengan sangat fasihnya dia mengucapkan salam dengan lengkap, suara berat dan meyakinkan sekali “Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.”

“Saya adalah suami Hj. Endarwati, SH, nama saya H. Rachmad. Saya sudah melihat rumah bapak, saya berkeinginan sekali untuk menyewanya selama tiga tahun, karena saya mau dipindah tugaskan ke Jakarta. Apakah rumah bapak sudah ada yang menyewa? Harga sewa per bulannya berapa?” lanjutnya.

Mendengar cara dan nada ucapannya, terlintas dalam pikiran saya, jangan-jangan ….jangan-jangan ….. Namun cepat-cepat pikiran tadi saya buang, tidak baik berpikiran negatif terhadap orang lain.

“Sampai saat ini rumah belum ada yang menyewa pak, bila bapak cocok dan berkeinginan menyewa silahkan. Harga sewanya pertahun Rp 7.000.000,” jawab saya.

Setelah tawar menawar akhirnya kami sepakat bahwa rumah akan disewa selama 3 tahun seharga Rp 20.000.000. Negosiasi terkesan sangat lancar dan cepat. Sebelum menutup percakapan, ia mengatakan bahwa barang-barangnya akan dimasukkan pada tanggal 15 Agustus 2008 dan pesan agar tidak diberikan orang lain.

Kurang lebih setengah jam H. Rachmad menghubungi saya lagi dengan hp. Dia mengatakan akan memberikan uang muka, karena khawatir kalau saya akan memberikan pada orang lain yang berani menyewa lebih tinggi. Untuk itu dia akan memberi uang muka sebagai uang kunci sebesar Rp 5.000.000, yang segera di transfer hari itu juga. Dia juga menanyakan nomor rekening saya.

Nomor rekening saya sampaikan lewat sms. Kira-kira sejam kemudian dia menghubungi saya lagi lewat sms. Tertulis di sms: “Dpnya sudh kami transferkn, silahkan dicek sekrng, apabila blm masuk segra hbungi sy, agr sy komplain di bank supaya ditransfer ulang trm ksh.”

Saya ke ATM terdekat di Slipi Jaya untuk mengecek, ternyata dana yang ditransfer belum masuk. Kemudian melalui sms saya beritahukan bahwa dana belum masuk ke rekening saya. Tak lama kemudian dia mengirim sms agar saya menelpon balik.

Saya penuhi permintaanya untuk menelepon balik dengan hp. Dia tanya apakah saya masih di ruamg ATM, jika masih agar saya memasukkan lagi ATM untuk dicek sama-sama.

Saya mulai curiga. Sudah tidak ragu lagi, pasti saya akan ditipu

Permintaannya saya tolak, saya minta agar dia mengulang lagi mentransfer dan akan saya cek setelah ditransfer. Tidak semudah itu jawabnya. Dia masih ngotot, menjelaskan bahwa dia mentransfer lewat internet, jadi perlu di cek bersama lewat ATM. Akhirnya saya bilang bahwa saya ragu terhadap kesungguhannya, kalau memang mau membayar DP silahkan transfer uangnya. Kemudian hp saya matikan.

Ternyata sampai esok harinya dia tidak menghubungi lagi. Kalau memang mau menyewa rumah saya dan dia orang baik-baik tentu dia akan menghubungi lagi. Jadi dia adalah penipu, mau membobol ATM saya. Allah masih melindungi saya sekeluarga.

soccerine Wordpress Theme