Web Yang Efektif Dan Yang Tidak Efektif

Posted by admin | Artikel, Berita Internet, Kabar IT | Wednesday 27 January 2010 10:55 am

Sebenarnya ide ini saya temukan dalam suatu buku laris yang berjudul “The 7 Habits of Highly Effective People”, maka saya termenung apabila ide-ide tersebut sebenarnya dapat diterapkan pada situs web. Mengapa? Karena saya memandang situs web itu sebenarnya bak orang di dunia maya, jadi bukan sekadar brosur atau katalog mati yang jarang di-update atau tidak bernyawa. Sebenarnya 7 “habits” itulah yang diperhatikan oleh Stephen Covey selama lebih dari lebih dari 25 tahun pengalamannya dalam bisnis. Sebelum akhirnya muncul ciri atau “habit” yg ke-8.

stephen-covey-7-habits-of-highly-effective-people Terus terang kita semua setuju bahwa kemunduran sumber daya manusia pada suatu korporasi adalah hal yang ditakuti oleh seorang CEO. Karena ini mengakibatkan kemunduran, yang berujung pada profit dan growth. Nah bagi suatu organisasi atau individu yang mengandalkan situs web yang berperan di ujung tombak dalam menghasilkan branding dan revenue seharusnya juga concern juga, maka dalam konteks ini, peranan sumber daya yang dimaksud adalah menjadikan web bak sumber daya manusia itu sendiri.

Andaikata pula Anda mendapati adanya suatu resource yang bakal mampu meningkatkan customer loyalty, termasuk juga menurunkan overhead cost untuk customer support, apakah Anda tidak melirik untuk memanfaatkannya? Sebenarnya asalkan kita tahu memerankan situs web sebagai suatu resource tersebut, maka akan mendatangkan potensi yg besar yang saat ini tidak banyak organisasi memaksimalkannya, kecuali hanya sebatas “nongol” secara online, dan memiliki web sebatas brosur online saja di tempat antah berantah di dunia intangible.

Terus terang banyak sekali organisasi mengidamkan situs web yang efektif loh, paling tidak, walaupun tidak memiliki memiliki ”highly effective websites”, benarkah?

Banyak perusahaan memang secara relative berhasil menciptakan situs web yang menarik secara visual, namun tidak mampu menciptakan hasil yang diharapkan. Bayangkan saja mendatangkan pengunjung ke situs web itu saja sudah sulit, nah setelah mereka mendarat ke situs web Anda, tak terhitung kebanyakan dari mereka terbang tanpa kembali dan tanpa meninggalkan jejak, boro-boro akhirnya memesan barang dari perusahaan pemilik web tersebut. Para empunya situs web garuk-garuk kepala dan terheran-heran sudah sejauh mana situs web menghasilkan revenue bagi perusahaan, mengapa sudah 5 tahun sejak memiliki situs web, terus saja situs web tsb belum bisa mandiri secara financial.

Sehingga banyak dari antara mereka bertanya; Bagaimana Anda dapat menjamin situs web yang Anda buat menghasilkan results sesuai yang diharapkan?

Mungkin menarik kalau kita bicarakan dan diskusikan secara terbalik bagaimana prinsip brilian dari “The 7 Habits of Highly Effective People” diterapkan pada salah satu makhluk hidup di dunia maya, situs web sehingga menjadikannya asset yang lebih berharga dalam meningkatkan brand awareness, customer retention dan akhirnya menggiring qualified leads yang berujung pada pelanggan, karena itu ini dia 7 ciri yang membuat suatu situs web tidak efektif.

#1 KOMUNIKATIF DAN TANGGAP

Ini adalah habit 1, yang tidak dimiliki oleh kebanyakan para pemilik situs web. Tidak memahami karena alasan apa dan apa yang menyebabkan audiens mendarat di situs web. Mereka tidak mampu mengantisipasi pikiran dari target audiens yang mengetikkan produk yang mereka jual, yang seharusnya ini merupakan prioritas untuk memahami bagaimana hingga mereka bisa mengunjungi suatu situs web.

Asal Anda tahu bagaimana produk dan bisnis Anda diwakili oleh kata-kata, dan apakah frase tersebut adalah frase yang muncul di benak calon kastemer Anda, maka Anda memenangkan pikiran (mind) mereka. Mindshare adalah langkah awal untuk merebut marketshare di dunia maya.

Ada berbagai perangkat online dan desktop yang dapat membantu Anda menangkap persepsi pasar apabila mereka ingin mencari produk Anda, dan dengarkan serta ikuti apa kata mereka.

#2 TERARAH MEMILIKI TUJUAN

Tanpa habit ke-2 ini, maka kebanyakan situs web walaupun sudah berusia 5 tahun, akan tetap mengemis secara financial kepada para pemiliknya untuk mampu tetap exist di dunia maya. Sebenarnya pengalaman mereka yang sukses adalah situs web mampu menyediakan sarana yang terarah untuk menggiring calon prospek yang akhirnya masuk ke dalam sales process entah fullfilment-nya secara offline atau pun online. Quo Vadis sir? Sebenarnya yang harus ditanyakan oleh siapa pun yang akan membangun proyek web untuk meraih hasil yang diinginkan demi efektivitas yang optimal.

#3 TETAPKAN PRIORITAS

Yang saya lihat ada dua hal apabila pelanggan beralih ke perusahaan pesaing, yaitu soal perasaan. Ya perasaan mereka kurang diperhatikan dan perasaan bahwa manfaat meneruskan bisnis dengan Anda tidak sebanding dengan overhead cost-nya.

Juga fakta bahwa tidak mengutamakan pengalaman mendarat dari audiens Anda. Sulit untuk menjalankan audience retention. Jauh lebih sulit menarik audiens masuk ke situs web korporat Anda dibandingkan mempertahankan mereka dengan selalu keep in contact, jadi mengapa harus bersusah-susah mencari audiens baru sedangkan yang lama diabaikan? Perasaan, ya sekali lagi perasaan audiens Anda diabaikan.

#4 MENGHARGAI HAL YANG KECIL SEKALIPUN

Sekecil apa pun informasi yang diberikan oleh audiens web Anda sangat berarti. Dan ini mampu memberikan win-win relationship antara suatu organisasi dan pelanggannya. Umumnya CIRI ke-4 ini juga yang tidak diperhatikan. Memang kita secara bawaan sering tidak menghargai hal kecil. Padahal ini barometer kita bisa menghargai hal yang besar.

Lihat saja buktinya, banyak situs web menerapkan prinsip registration di awal, padahal itu semua membutuhkan kepercayaan sebelum seorang audiens mau memberikan informasi tentang dirinya ke dalam halaman web registrasi. Konsep ini saya melihat ibarat, seorang pria yang mengharuskan dilakukan “tunangan” dahulu kepada seorang wanita untuk bisa dijadikan pacar. Luar biasa kalau ada yang mau!

#5 UMPAN BALIK SANGAT PENTING

Mekanisme capture dan feedback, memang sangat penting bagi suatu situs web untuk menganalisa keefektifan situs web Anda, tetapi saya terus terang bahwa ada metode lain yang sebenarnya dapat Anda manfaatkan untuk mencari tahu mengapa audiens Anda tidak memberi tahu apa yang mereka sendiri tidak tahu.

Cari tahu apa yang audiens Anda cari di situs web Anda dengan memeriksa “search strings”. Habit ke-5 inilah yang juga diremehkan sebagai cara untuk memahami apa yang audiens web Anda inginkan.

#6 DIALOG TIMBAL-BALIK

Banyak pemilik web tidak memanfaatkan teknologi personalisasi web yang memungkinkan suatu situs web menciptakan “dialog” secara individu dengan audiens web. Dialog ini sebenarnya dapat mengingatkan “mantan” audiens web Anda yang sudah lama tidak berkunjung atau melakukan kontak dengan Anda.

Teknologi personalisasi ini pun memungkinkan Anda melancarkan pesan-pesan yang unik dan berbeda kepada audiens web yang berbeda pula. Cuma sayang saya melihat, pemilik situs web meremehkan kekuatan frase dalam proses sales process.

Konsep dalam habit ke-6 ini sebenarnya dikenal juga dengan istilah episodic marketing, maksudnya menempatkan sang audiens ke proses perilakunya dalam suatu waktu “episode”.

#7 TES TES TES

Seorang marketer biasanya?–?saya perhatikan – menyukai urusan metrics dalam mengambil setiap keputusan. Tes ini atau itu membantu marketer memahami keefektifan dari konten webnya.

Dengan tidak menerapkan TUJUH CIRI yang membuat situs web tidak efektif ini akan membuat organisasi Anda mengalami peningkatan dalam audience loyalty dan kepuasan tentunya dan menghemat biaya Anda dalam membiayai customer support dan keefektifan yg sama pada online campaign Anda.

Sebenarnya konsep yang dibawakan oleh Covey bukanlah hal baru, namun memang berkembang seraya waktu dan masuk ke platform online. Berkat adanya dukungan content management dan aplikasi personalisasi, suatu situs web dapat menghasilkan profit bagi pemiliknya.

Jadi mengapa kebanyakan situs web tidak atau kurang efektif, itu semua berpulang dari pemiliknya yang juga harus menjadi manusia yang efektif dan mengimplementasikannya pada makhluk online-nya, web.

Cara Dapat Uang Dari Facebook!

Posted by admin | Artikel, Facebook | Wednesday 27 January 2010 10:52 am

Percaya atau tidak, tapi facebook memang benar-benar lahan baru untuk promosi. Tapi tentu saja, di facebook anda harus benar-benar tampil lain daripada ketika anda berpromosi melalui iklan baris atau nyepam di dofollow blog. Di facebook kemampuan marketing anda benar-benar diuji. Sekali anda lolos ujian, insya Allah hanya tinggal menunggu waktu aja, rejeki akan mengalir dengan sendirinya.

Lalu bagaimana sih caranya dapat uang dari Facebook?

facebook_marketing

Sebenarnya sih sederhana. Modalnya cuma senyum dan kepedulian. Berikan waktu anda untuk teman-teman anda. Ajak mereka bicara hal-hal yang gak penting sama sekali. Seperti makanan favorit, minuman kegemaran atau bahkan film kartun yang lagi ditonton bersama keluarga

Kalau perlu anda wajib punya satu nomor three agar bisa senantiasa update status dan memantau status teman-teman anda. Dengan modal 5000 perak sebulan, anda bisa berfacebook-an gratis. Sayangnya saya belum punya HP khusus untuk ini. Masih cari2 yang murah2 aja asal enak buat SMS. Ada yang mau nyumbang? Hehehe..

Anda juga bisa share pengetahuan dalam bidang apapun. Gak usah kuatir repost atau jadul. Yang penting anda sudah berusaha berbagi. Lambat laun anda akan jadi profesional sendiri kok. Percaya deh. Penulis yang baik itu bukan hasil belajar bertahun-tahun, tapi hasil nulis berjuta-juta kata.

Nah, lalu kapan jualannya mas?

Ya kapan aja toh. Cuma jangan dibuat gini. Hari 1-10 ngomong gak penting, trus setelah itu hari ke 11, dst promosi terus. Ya langsung anda dibanned dari daftar teman.

Kalau teknik saya, 10 hari ngobrol, 1 kali promosi. Itupun promosinya bukan nada promosi. Saya cuma jelasin aja apa yang sedang saya lakukan. Misalnya seperti ini:

  • lagi bikin ebook baru buat member cafebisnis
  • lagi update page cafebisnis yang baru
  • lagi ngelayani member cafebisnis yang ada masalah dengan blognya
  • nyiapin CD buat dikirim ke member baru cafebisnis

Anda lihat status saya diatas? Apakah anda mengira saya sedang promosi? Sama sekali tidak, tapi kata-kata diatas akan memperkuat brand cafebisnis sebagai tempat belajar yang paling peduli dengan membernya. Hasil akhirnya ketika mereka tiba2 ada rejeki dan ingin bergabung, siapa coba yang untung?

Tapi semua tergantung karakteristik teman-teman anda sendiri. Kalau saya kebanyakan profesional, trainer dan rekan-rekan di cafebisnis semua. Jadi ya musti hati-hati pilih kata-katanya.

Nah, itu sedikit sharing aja proses belajar saya di Facebook. Yang jelas pendapatan bulan ini cukup terangkat daripada bulan-bulan yang lalu. Mudah-mudahan terus naik biar semangat bikin produk barunya.. hehehe

Aplikasi IT dalam KBO

Posted by admin | Artikel, Kabar IT, News | Wednesday 27 January 2010 10:38 am

Aplikasi TI dalam KBO, Organizational Values dalam KBO?–?Deskripsi Model KBO

kbo

Model Knowledge-Based Organization

I.Blok. Strategi Knowledge Management dan Implementasinya

Jadi tujuan strategi knowledge management adalah meningkatkan efesiensi disegala lini operasional, serta kemudahan utnuk menjadi organisasi pembelajar, dengan intensitas inovasi yang tinggi serta kecepatan respon terhadap pasar. Perlu perubahan budaya organisasi yang didesain dalam suatu strategi yang sesuai dengan adanya perubahan perilaku dan praktek kerja pada bagian yang sangat strategis untuk mengambil peran insiatif pengetahuan di organisasi dengan melakukan beberapa tahapan yaitu:

(1) Vision. Mengembangkan dan menyebarkan visi dan strategi perusahaan/organisasi yang berbasis pengetahuan. Pengetahuan yang akan diungkit sebagai penggerak perusahaan/organisasi yang berbasis pengetahuan harus dinyatakan secara jelas dalam VISI ORGANISASI nya dan diketahui oleh semua jajaran di perusahaan/organisasinya, serta diimplementasikan oleh seluruh jajaran organisasi berdasarkan bidang/bagiannya masing-masing.

(2). Strategi Knowledge untuk mendorong dan mengungkit pengetahuan di organisasi dengan berbagai cara yaitu: adanya jaringan pengetahuan untuk mendukung organisasi, pengembangan modal intelektual, Sumber Daya Manusia berkualitas sebagai asset intangible di organisasi, pengorganisasian pengetahuan secara individu, kelompok dan tingkat organisasi, dsb. Dimana inti dari strategi knowledge adalah untuk meningkatkan performa bisnis.

(3). Knowledge acquisition. Menentukan kompetensi inti perusahaan sebagai aset pengetahuan di organisasi,  kemudian pengadaan pengetahuan dari dalam dan luar organisasi.

(4). Knowledge creation. Desain, struktur dan hubungan antar unit di organisasi yang didorong oleh pengetahuan agar terjadi proses kreasi secaraindividu atau kolektif.  Proses penciptaan dan mengelola strategi sumber daya manusia berbasiskan pengetahuan.

(5). Knowledge development. Mengembangkan dan memperkuat manajemen organisasi yang dapat meningkatkan pengadaan, berbagi dan aplikasi pengetahuan untuk nilai kreasi di organisasi. Memberikan bantuan dana atau non-dana dari organisasi untuk mengelola pengembangan pengetahuan. Mengembangkan dan memberikan bantuan dari organisasi untuk strategi dan pendekatan  pengetahuan.

(6). Knowledge sharing. Mengubah tacit individuke pengetahuan explicit untuk organisasi. Mekanisme penciptaan pengetahuan secara sistematis untuk pertukaran pengetahuan secara internal dan eksternal yang ada serta pengalaman yang menonjol. Memberikan kemudahan  suatu platform/landasan teknologi informasi untuk berbagi pengetahuan. Kejelian dalam mengidentifikasi dan akses pada tenaga ahli di dalam atau luar organisasi.

(7). Knowledge Measurement. Mengukur nilai penciptaan dari kreasi pengetahuan dan inovasi di suatu organisasi.

(8). Knowledge representation. Meningkatkan dan memperluas keterwakilannya  organisasi yang berwawasan dan berbasiskan pengetahuan.

II. Blok . Knowledge Management Activities

(1). Chief Knowledge Officer (CKO) adalah jabatan senior knowledge executive di beberapa perusahaan di Eropa dan Amerika yang telah menerapkan knowledge management. Biasanya memiliki pengalaman yang mendalam mengenai berbagai aspek knowledge management dan teknologi informasi.

(2). Kluster knowledge asset (core competency) dengan simbol kotak, dipengaruhi oleh beberapa hal seperti:

- Budaya

Terminologi “budaya” juga perlu didefinisikan agar lebih kena. Seperti konsep pengetahuan, peneliti2 telah menetapkan “budaya organisasi” dalam berbagai cara. Meskipun tidak ada suatu ketetapan yang pasti tentang apa itu budaya ? hanya beberapa konsensus untuk menjelaskan budaya organisasi adalah nilai2, norma2 dan prakteknya.

- Nilai-nilai mengindikasikan sebagian anggota organisasi percaya bahwa ada nilai2 di suatu organisasi. Mereka menunjukkan acuan untuk sesuatu yang lebih spesifik pada outcome atau tingkah lakunya, atau keinginan organisasi yang ingin dicapai. Penting untuk dibedakan nilai2 yang luar biasa, yang mana dibicarakan tetapi jangan mempengaruhi perilakunya dari nilai-nilai tertentu yang ada adalah memotivasi perilaku di suatu organisasi.

- Norma-norma adalah suatu upaya untuk membagi kepercayaan mengenai bagaimana orang di suatu organisasi harus berperilaku atau apa yang harus diperbuat untuk memenuhi kepuasan kerjanya. Norma mewakili pola harapan dari suatu perilaku. Sebagai contoh: mereka menguraikan bagaimana pekerja-pekerja menunjukkan cara untuk penciptaaan, membagi dan penggunaan pengetahuan pada bidang pekerjaannya.

- Praktek adalah suatu pekerjaan yang secara rutin baik secara formal dan informal pada suatu organisasi untuk memenuhi pekerjaannya. Praktek tersebut juga termasuk proses implementasi proyek2 tertentu, pertemuan tim, lembar waktu, bagan karir, rencana kompensasi yang selalu dibicarakan pada setiap hari Jumat sore. Setiap kerjaan rutin baik yang formal dan informal masing2 mempunyai aturan2 yang spesifik dalam menjalankan kegiatan rutin tersebut.

Budaya yang ada juga berbeda tingkatannya dalam suatu organisasi. Nilai2 budaya yang sudah tertanam secara mendalam, asumsi tacit adalah sesuatu yang sulit dibicarakan dan juga lebih sulit untuk diubah. Norma dan praktek dilain pihak, sangat mudah diamati dan juga mudah untuk identifikasi dari karyawan. Jadi norma dan praktekldiseputar penggunaan pengetahuan adalah agak lebih mudah untuk diubah. Pada kenyataannya praktek kerja lebih mudah dikenali sebagai simbol dari suatu budaya dan mereka memberikan lebih langsung ke tingkat perubahan perilaku yang butuh didukung oleh tujuan KM. Perubahan perilaku disekitar penggunaan pengetahuan adalah suatu cara langsung untuk masuk ke-norma2 organisasi, yang mana akan diperkuat lagi dengan kebutuhan perilaku setiap waktu.

Dilain pihak, nilai2 seyogyanya tidak difokuskan untuk upaya perubahan, sejak mereka sudah terlalu dalam kedudukannya, misalnya tacit adalah sangat sulit untuk di transfer, kecuali jika CEO (pimpinan puncak) dan senior2 manajer lain di organisasi secara perorangan mendorong implementasi strategi KM, percaya secara kuat butuh perubahan yang sangat mendasar pengetahuan yang berkaitan dengan nilai2 dari suatu perusahaan dan juga dikehendaki butuh keteladanan dalam jangka waktu panjang untuk merubah budaya proyek (butuh waktu antar 3 sampai 10 tahun an).

Perilaku yang baru mengakibatkan adanya bentuk baru dalam praktek kerja yang akan merubah norma2 setiap waktu, dan juga akan memberikan dukungan secara jangka panjang untuk lebih mengefektifkan penggunaan pengetahaun. Nilai yang pernah ada pada saat ini dan dengan suatu kekuatan untuk membentuk perilaku, tetapi mereka selalu terlalu kompleks untuk diubah secara langsung. Sering gejala kedepan dalam suatu peranan budaya bagian2 dari budaya dapat dimainkan untuk menjadi perilaku organisasi. Bagian budaya yang berisi perbedaan kepercayaan, norma2 dan praktek kerja yang diperlihatkan oleh sekelompok yang lebih spesifik dalam suatu organisasi contohnya litbang, penjualan, engenering, MIS. Bagian budaya mempunyai karakteristik yang dapat membedakan mereka dari budaya secara menyeluruh dari suatu perusahaan sama halnya denagn bagian budaya yang lain.

- nilai2/norma2: mengembangkan dan mengelola organisasi berdasarkan nilai-nilai pengetahuan.

- perilaku: mengembangkan dan mengelola organisasi berdasarkan perilaku pengetahuan.

Pengetahuan yang berorientasi pada perilaku

Pembagian dan pembelajaran. Norma2 dan praktek kerja juga mendukung berbagai perilaku yang akan mempengaruhi kualitas interaksi dan proses penciptaan, pembagian pengetahuan dan penggunaan pengetahuan. Budaya secara eksplisit sangat mempengaruhi dalam berbagi pengetahuan akan melebihi pengadaan pengetahuan, karena berbagi pengetahuan akan menciptakan kontek interaksi yang lebih menguntungkan adalah mengungkit pengetahuan. Pembelajaran adalah perilaku lain yang sangat mempengaruhi dalam kontak sosial, jika sebagai perusahaan yang berbasis pengetahuan.

- system mengembangkan dan mengelola sistem pengetahuan dan prosesnya di organisasi.

- proses mengembangkan dan mengelola sistem pengetahuan dan prosesnya diorganisasi.

KM activities:

1. transfer/sharing

- collaboration
- learning by doing
- coaching
- mentoring
memindahkan pengetahuan tacit dari individu ke pengetahuan eksplisit bagi organisasi.
mengembangkan komunitas praktis.
belajar sambil bekerja, pelatihan dan penyuluhan.

- learning organization
mengembangkan organisasi yang berbasis pengetahuan dengan strategi pembelajaran.
mengembangkan kolaborasi atau kemitraan untuk mempercepat proses pembelajaran.
mengembangkan dan/atau mendapatkan suatu metodologi pembelajaran, peralatannya dan teknik-tekniknya.

2. capturing
mengembangkan dan mengelola menangkap pengetahuan.

3.katagorisasi mengembangkan dan mengkatagorisasikan pengetahuan.

4.use mengembangkan dan menangkap, menggunakan pengetahuan.

5. mapping
pemetaan sumber-sumber pengetahuan di seluruh jajaran organisasi.

Kegiatan pendukung lain adalah

- development
mengembangkan dan menyebarkan suatu perusahaan yang berdasarkan kreasi pengetahuan dan strategi inovasi.
mengembangkan dan menyebarkan gaya manajemen organisasi yang dapat mendorong pengadaan, berbagi dan aplikasi pengetahuan  untuk nilai kreasi di organisasi.

- training
mengembangkan dan melatih pimpinan yang berwawasan dan berpengetahuan luas.

- recognition
menghargai dan memberikan hadiah bagi pimpinan knowledge/pengetahuan.

- reward
menghargai dan memberikan hadiah bagi pimpinan knowledge/pengetahuan.

- review and refinements ?
memberikan pandangan dan menghargai pengetahuan sebagai basisnya.

Kegiatan Jaringan

- knowledge worker pekerja yang berbasiskan pengetahuan

- COPs
mengembangkan komunitas praktis di organisasi.

- Networks
jejaring dan komunitas praktis perlu didorong di organisasi.

Supporting System (ICT infrastructure)

III. Blok Knowledge Management Outputs

(1). Product
Mengelola produksi barang atau pelayanan yang berdasarkan pengetahuan.

(2). Services
Mengelola produksi barang atau pelayanan yang berdasarkan pengetahuan.

(3). Customer feed back
Melibatkan pemakai dan penyuplai dalam pengembangan barang-barang dan pelayanan berdasarkan pengetahuan.

- value chains mengukur perubahan-perubahan mata rantai nilai pelanggan.
-  memetakan dan mengembangkan rantai nilai.
- profiles and maaps menciptakan dan mengelola nilai profil pelanggan dan maaps ???)

(4). General feed back for improvement on KM strategy and implementation.

Fenomena Kontest Seo Di Bisnis Online

Posted by admin | Artikel | Wednesday 27 January 2010 10:35 am

Beberapa bulan terakhir, di Indonesia ada banyak sekali bermunculan “kontest seo”. Awalnya saya sendiri tidak melihatnya sebagai hal yang serius…

Sampai kemudian seorang pebisnis online yang sudah dikenal namanya, juga turut mengadakan kontest, kali ini pengikut kontest menjadi sangat banyak sekali.

Kontest seo sendiri sebenarnya sangat sederhana, dimana siapa saja bisa mengadakan kontest serupa. Hadiah pun tidak harus mahal, yang penting adalah kemampuan anda meramaikan dan promosi kontest anda.

Peraturan kontest juga bisa dilihat dari kontest-kontest yang sudah ada.

Keuntungan kontest seo adalah:

1. Mendapatkan sangat banyak tautan ke website anda.

Karena banyaknya peserta, dan setiap peserta diminta memberikan sebuah tautan, maka bayangkan betapa populernya website anda setelah kontest selesai.

2. Dikenal oleh banyak orang dalam waktu yang singkat.

Semakin besar hadiah yang diberikan maka semakin besar efeknya. Nama anda akan bergerak menyebar seperti virus. Efek ini biasanya harus dibangun dalam jangka waktu yang tidak sebentar, namun dengan mengadakan kontest, bersiaplah populer dalam beberapa bulan saja.

Lalu apa keuntungan mereka yang ikutan kontest?

1. Efek branding dengan cepat.

Jika anda berhasil masuk ke 10 besar, maka nama anda akan cepat skali dikenal. Anda seperti mendapatkan promosi gratis.

2. Pengetahuan seo yang meningkat dengan cepat.

Pelajarannya lah yang menurut peserta kontest paling berharga. Karena disaat kontest semua sedang terburu-buru dan harus bergerak cepat dan taktis. Segala upaya dan pembelajaran pun dilakukan.

3. Efek hadiah yang juga menggiurkan jika menang.

Itulah sekelumit fenomena seo di Indonesia, untuk mencari informasi mengenai kontest seo anda bisa mencarinya di google atau ke website kontesseo.info

Yang manapun yang anda pilih, saya ucapkan selamat menjalankan kontest atau selamat mengikuti kontest seo. Bersiaplah menjadi terkenal karenanya!

Cara Cegah Pembobolan ATM

Posted by admin | Artikel | Wednesday 27 January 2010 10:05 am

Karena banyak terjadi kasus pembobolan dana lewat ATM, berikut adalah tips bagi anda sebelum mengambil uang di ATM.

1. Cari mesin yang mulut mesinnya berwarna ijo. Kalau nggak ada, coba cari warna pink. Kalau nggak ada juga, coba cari warna biru. Kalau nggak ada juga, mungkin anda lagi di wartel bukan ATM.

2. Masukin ATM bank lain, untuk menipu penyadapan pin anda. Siapa tahu keluar juga duitnya.

3. Coba bicara dulu sama mesin ATM-nya. “Elo disadap nggak?” Kalau dia bilang nggak, ambil dah.

4. Coba tes masukin KTP anda dulu, kalau tiba-tiba fotonya keluar beda. Berarti itu disadap!

5. Bungkus kartu ATM anda dengan kondom untuk mencegah kebocoran/penyadapan.

Selamat Mencoba.

sistem kerja alat Tes Uji Kebohongan

Posted by admin | Artikel, News | Wednesday 25 November 2009 8:40 am
Masih segar dalam ingatan kita Verry Idham Henyansah alias Ryan, yang melakukan pembunuhan berantai. Untuk mengorek informasi dari Ryan, polisi menggunakan berbagai metode. Salah satunya menggunakan alt tes uji kebohongan (lie detector).
Bagai mana sih cara kerja alat tes uji kebohongan ini? Alat pendeteksi kebohongan ini (Polygraph) adalah sebuah alat yang digunakan untuk mengukur dan mencatat berbagai respon psikologikal seperti tekanan darah, pernapasan, denyut jantung dan konduktifitas kulit (skin conductifity) dengan cara mengatujkan pertanyaan kepada tersangka. Alat tes uji kebohongan ini akan mencatat semua aktifitas tubuh tersangka saat menjawab serangkaian pertanyaan yang di ajukan oleh polisi.

Bagian - bagian alat uji tes kebohongan

  • Pneumograph diletakan di sekitar dada dan perut. Alat ini berupa tabung yang di isi dengan udara. Fungsinya untuk menguji laju pernafasan.
  • Blood pressure cuff diletakan di lengan. Alat ini tentu sudah akrap dengan kita fungsinya untuk mengukur tekanan darah.
  • galvanometers diletakan di jari - jari. Alat ini untuk mengukur aktifitas listrik pada kulit.

Proses menjalani alat uji tes kebohongan.

Untuk melakukan tes uji kebohongan, pihak penguji dalam kasus Rian, Petugas Laboratorium Forensik Mabes Polri cabang Surabaya melakukan persiapan sebagai berikut:

  • Memasang alat uji kebohongan pada Ryan
  • Memberikan pertanyaan pada Ryan biasanya sekitar 10 pertanyanan dengan jawaban ya atau tidak.
  • Melakukan analisa dari hasil pengetesan

Saat diajukan pertanyaan oleh petugas, tersangka akan menjawab pertanyaan tersebut jika bohong alat uji tes kebohongan akan mencatat semua katifitas tersangka dalam bentuk grafik. Grafik akan meningkat jika tersangka berbohong.

Sumber: Wikipedia, howstuff

Minyak Bekas sebagai Sumber Energi Alternatif

Posted by admin | Artikel, News | Wednesday 25 November 2009 8:36 am

Bisa Hemat Biaya Operasional hingga Rp 8 Juta

Berbagai cara digunakan untuk menghemat energi. Salah satunya adalah penggantian sumber daya. Pemakaian minyak bekas bisa menjad energi alternatif.
MENCIPTAKAN dan menemukan sumber energi alternatif untuk masa depan menjadi fokus para ilmuwan sejak beberapa waktu lalu. Mulai menggunakan tenaga matahari hingga bakteri. Namun, belum ada yang mengembangkan konsep recycle untuk menghasilkan energi. Hal itu coba disiasati James Peret.
Pada awalnya, ide menciptakan sebuah sumber energi dari bahan bekas pakai digagas James Peret atas keprihatinannya. Terutama pada banyaknya minyak bekas pakai yang terbuang sia-sia pada restoran-restoran siap saji.
Peret kemudian mewujudkan gagasannya itu pada sebuah alat bernama Vegawatt. Alat tersebut adalah sebuah generator yang menggunakan minyak bekas pakai sebagai bahan bakar. Bahan bekas itu diolah untuk menghasilkan listrik dan tenaga panas tambahan.
Vegawatt berbentuk mesin setinggi hampir 2 meter. Bentuknya lebih mirip lemari perkakas besar yang diletakkan di luar ruangan. Alat itu terhubung langsung dengan sistem pemanas dan listrik yang sudah ada pada restoran.

Cara kerja Vegawatt

Cara kerjanya meliputi terdiri dari empat tahap. Sebelum diubah langsung menjadi bahan bakar yang menghasilkan tenaga listrik, minyak bekas pakai dituangkan pada Vegawatt untuk melewati beberapa pembersihan dan filtrasi.

Pada tahap itu, minyak disiapkan untuk melalui pembakaran lewat metode perolehan panas dari sistem pembuangan. Setelah melalui pembersihan bertahap, minyak bekas dipindahkan pada tangki. Dari sini, tangki membagikannya pada generator diesel berkekuatan 15 ph yang telah dimodifikasi.
Panas yang dihasilkan Vegawatt bisa digunakan langsung untuk memanaskan air. Daya listrik yang dihasilkan memang belum besar. Namun, paling tidak bisa menghemat konsumsi listrik di suatu restoran atau rumah tangga.
Dari pembersihan bertahap itu, Vegawatt akan menghasilkan minyak yang benar-benar bersih. Tidak ada hasil sampingan, seperti minyak sisa hasil pembakaran, yang dapat mencemari lingkungan. Jadi, Vegawatt benar-benar menyelesaikan masalah tanpa menimbulkan masalah baru.
Vegawatt kali pertama dujicobakan pada restoran Finz di Dedham, Massachusetts. Vegawatt digunakan untuk mengubah 10 galon minyak bekas menjadi tenaga listrik berkekuatan 5 kilowatt. George Carey, pemilik restoran, mengemukakan telah berhasil menghemat biaya tagihan listrik hingga USD 800 (sekitar Rp 8 juta).
“Selama ini saya memang mencari metode-metode yang efisien, khususnya untuk penghematan biaya. Sistem Vegawatt memungkinkan untuk bisa mengurangi biaya listrik secara signifikan dan menghasilkan energi tambahan yang ramah lingkungan,” ujar Carey.

Sumber: jawapos, vegawatt

Pembangkit Listrik Tenaga Matahari (PLTM)

Posted by admin | Artikel, News | Wednesday 25 November 2009 8:23 am
Sebuah perusahaan energi di AS tengah mengembangkan Pembangkit Listrik Tenaga Matahari (PLTM) yang akan ditempatkan di satelit yang mengorbit Bumi. Cara tersebut akan efektif karena pemanfaatan sinar Matahari bisa dilakukan 24 jam tak perlu tergantung cuaca dan perubahan siang malam.
Desain pembangkit listrik berbasis satelit tersebut saat ini tengah dirancang Solaren Corp. Satelit tersebut akan membawa rangkaian sel surya yang membentang hingga beberapa kilometer dan ditempatkan di ketinggian 40.000 kilometer.
Sel-sel surya akan mengumpulkan panas Matahari yang selanjutnya akan diubah menjadi gelombang radio. Gelombang radio tersebut lalu dipancarkan ke stasiun-stasiun penerima di permukaan Bumi. Di stasiun-stasiun tersebut, gelombang radio dikonversi lagi kali ini menjadi energi listrik yang akan dialirkan ke jaringan listrik.
Solaren telah mendapat kontrak dari Pacific Gas & Electric (PG&E), perusahaan listrik di California untuk memasok 200 megawatt dari pembangkit tersebut yang cukup untuk 250.000 pelanggan. Jika berjalan lancar, pembangkit tersebut mulai beroperasi tahun 2016.
Saat ini, tengah dipersiapkan pusat stasiun penerima di Fresno County, California. Wilayah tersebut cukup jauh dari permukiman sehingga tak mengganggu kesehatan manusia. Selain itu, hal itu lebih ekonomis karena lokasinya dekat dengan jaringan listrik nasional dan tak sejauh lokasi PLTM yang umumnya dibangun pada daerah terpencil di gurun.
“Meski sistem dengan ukuran sebesar ini dan konfigurasi eksaknya belum pernah dibuat, teknologi pendukungnya sangat matang dan berbasis teknologi satelit komunikasi,” ujar Gary Spirnak, CEO Solaren Corp. Ia mengatakan proyek tersebut bakal menghabiskan dana sekitar 2 miliar dollar AS.
Pengembangan pembangkit listrik tenaga matahari juga menjadi ambisi badan antariksa Jepang (JAXA). Namun, teknologi yang dikembangkan Jepang akan memancarkan gelombang mikro ke Bumi. Jika pengujian sukses, Jepang akan meluncurkan sejumlah satelit pendukung untuk memproduksi listrik yang cukup untuk 500.000 rumah tangga.

Sumber: di copy sesuai aslinya dari kompas

Cara kerja kulkas

Posted by admin | Artikel | Wednesday 25 November 2009 8:04 am

Lemari es atau yang lebih dikenal dengan Kulkas adalah alat rumah tangga yang umum digunakan. Lemari es ini berfungsi untuk mendinginkan atau menjaga kondisi makanan dan minuman agar lebih tahan lama.

Komponen utama dari lemari es adalah kompresor, kondensor, katup ekpansi,evaporator dan refrigerant. Lemari es bekerja dengan cara mensirkulasikan refrigeran

Pengenalan Algoritma Kriptografi

Posted by admin | Artikel, Kriptografi | Tuesday 24 November 2009 9:31 pm

Pendahuluan

Kemajuan di bidang telekomunikasi dan komputer telah memungkinkan seseorang untuk melakukan transaksi bisnis secara cashless, selain itu ia juga dapat mengirimkan informasi kepada temannya secara on-line.

Kegiatan-kegiatan tersebut tentu saja akan menimbulkan resiko bilamana informasi yang sensitif dan berharga tersebut diakses oleh orang-orang yang tidak berhak (unauthorized persons). Misalnya, informasi mengenai nomor kartu kredit anda, bila informasi ini jatuh kepada orang-orang yang jahat maka anda harus bersiap-siap terhadap melonjaknya tagihan kartu kredit anda.

Sebelum tahun 1970-an, teknologi kriptografi digunakan terbatas hanya untuk tujuan militer dan diplomatik. Akan tetapi kemudian bidang bisnis dan perorangan mulai menyadari pentingnya melindungi informasi berharga.

Pengertian Dasar

Suatu pesan yang tidak disandikan disebut sebagai plaintext ataupun dapat disebut juga sebagai cleartext. Proses yang dilakukan untuk mengubah plaintext ke dalam ciphertext  disebut encryption atau encipherment. Sedangkan proses untuk mengubah ciphertext kembali ke plaintext disebut decryption atau decipherment. Secara sederhana istilah-istilah di atas dapat digambarkan sebagai berikut :

Proses Enkripsi/Dekripsi
Gb. 1. Proses Enkripsi/Dekripsi Sederhana

Cryptography adalah suatu ilmu ataupun seni mengamankan pesan, dan dilakukan oleh cryptographer. Sedang, cryptanalysis adalah suatu ilmu dan seni membuka (breaking) ciphertext dan orang yang melakukannya disebut cryptanalyst.

Cryptographic system atau cryptosystem adalah suatu fasilitas untuk mengkonversikan plaintext ke ciphertext dan sebaliknya. Dalam sistem ini, seperangkat parameter yang menentukan transformasi pencipheran tertentu disebut suatu set kunci. Proses enkripsi dan dekripsi diatur oleh satu atau beberapa kunci kriptografi. Secara umum, kunci-kunci yang digunakan untuk proses pengenkripsian dan pendekripsian tidak perlu identik, tergantung pada sistem yang digunakan.

Secara umum operasi enkripsi dan dekripsi dapat diterangkan secara matematis sebagai berikut :

EK (M) = C  (Proses Enkripsi)
DK (C) = M  (Proses Dekripsi)

Pada saat proses enkripsi kita menyandikan pesan M dengan suatu kunci K lalu dihasilkan pesan C. Sedangkan pada proses dekripsi, pesan C tersebut diuraikan dengan menggunakan kunci K sehingga dihasilkan pesan M yang sama seperti pesan sebelumnya.

Dengan demikian keamanan suatu pesan tergantung pada kunci ataupun kunci-kunci yang digunakan, dan tidak tergantung pada algoritma yang digunakan. Sehingga algoritma-algoritma yang digunakan tersebut dapat dipublikasikan dan dianalisis, serta produk-produk yang menggunakan algoritma tersebut dapat diproduksi massal. Tidaklah menjadi masalah apabila seseorang mengetahui algoritma yang kita gunakan. Selama ia tidak mengetahui kunci yang dipakai, ia tetap tidak dapat membaca pesan.

Cryptographic system (cryptosystem)

Suatu cryptosystem terdiri dari sebuah algoritma, seluruh kemungkinan plaintext, ciphertext dan kunci-kunci. Secara umum cryptosystem dapat digolongkan menjadi dua buah, yaitu :

1. Symmetric Cryptosystem

Dalam symmetric cryptosystem ini, kunci yang digunakan untuk proses enkripsi dan dekripsi pada prinsipnya identik, tetapi satu buah kunci dapat pula diturunkan dari kunci yang lainnya. Kunci-kunci ini harus dirahasiakan. Oleh karena itulah sistem ini sering disebut sebagai secret-key ciphersystem. Jumlah kunci yang dibutuhkan umumnya adalah :

nC2 = n . (n-1)
——–
2

dengan n menyatakan banyaknya pengguna.
Contoh dari sistem ini adalah Data Encryption Standard (DES), Blowfish, IDEA.

2. Assymmetric Cryptosystem

Dalam assymmetric cryptosystem ini digunakan dua buah kunci. Satu kunci yang disebut kunci publik (public key) dapat dipublikasikan, sedang kunci yang lain yang disebut kunci privat (private key) harus dirahasiakan. Proses menggunakan sistem ini dapat diterangkan secara sederhana sebagai berikut : bila A ingin mengirimkan pesan kepada B, A dapat menyandikan pesannya dengan menggunakan kunci publik B, dan bila B ingin membaca surat tersebut, ia perlu mendekripsikan surat itu dengan kunci privatnya. Dengan demikian kedua belah pihak dapat menjamin asal surat serta keaslian surat tersebut, karena adanya mekanisme ini. Contoh sistem ini antara lain RSA Scheme dan Merkle-Hellman Scheme.

Setiap cryptosytem yang baik harus memiliki karakteristik sebagai berikut :

  • Keamanan sistem terletak pada kerahasiaan kunci dan bukan pada kerahasiaan algoritma yang digunakan.
  • Cryptosystem yang baik memiliki ruang kunci (keyspace) yang besar.
  • Cryptosystem yang baik akan menghasilkan ciphertext yang terlihat acak dalam seluruh tes statistik yang dilakukan terhadapnya.
  • Cryptosystem yang baik mampu menahan seluruh serangan yang telah dikenal sebelumnya

Namun demikian perlu diperhatikan bahwa bila suatu cryptosystem berhasil memenuhi seluruh karateristik di atas belum tentu ia merupakan sistem yang baik. Banyak cryptosystem lemah yang terlihat baik pada awalnya. Kadang kala untuk menunjukkan bahwa suatu cryptosystem kuat atau baik dapat dilakukan dengan menggunakan pembuktian matematika.

Hingga saat ini masih banyak orang yang menggunakan cryptosystem yang relatif mudah dibuka, alasannya adalah mereka tidak mengetahui sistem lain yang lebih baik serta kadang kala terdapat motivasi yang kurang untuk menginvestasikan seluruh usaha yang diperlukan untuk membuka suatu sistem.

Cryptographic Protokol

Pengertian

Suatu protokol adalah serangkaian langkah yang melibatkan dua pihak atau lebih dan dirancang untuk menyelesaikan suatu tugas. Dari definisi ini dapat diambil beberapa arti sebagai berikut :

  • protokol memiliki urutan dari awal hingga akhir;
  • setiap langkah harus dilaksanakan secara bergiliran;
  • suatu langkah tidak dapat dikerjakan bila langkah sebelumnya belum selesai;
  • diperlukan dua pihak atau lebih untuk melaksanakan protokol;
  • protokol harus mencapai suatu hasil;

Selain itu, suatu protokol pun memiliki karakteristik yang lain, yaitu :

  • setiap orang yang terlibat dalam protokol harus mengetahui terlebih dahulu mengenai protokol dan seluruh langkah yang akan dilaksanakan;
  • setiap orang yang terlibat dalam protokol harus menyetujui untuk mengikutinya;
  • protokol tidak boleh menimbulkan kerancuan;
  • protokol harus lengkap;

Cryptographic protocol adalah suatu protokol yang menggunakan kriptografi. Protokol ini melibatkan sejumlah algoritma kriptografi, namun secara umum tujuan protokol lebih dari sekedar kerahasiaan. Pihak-pihak yang berpartisipasi mungkin saja ingin membagi sebagian rahasianya untuk menghitung sebuah nilai, menghasilkan urutan random, atau pun menandatangani kontrak secara bersamaan. Penggunaan kriptografi dalam sebuah protokol terutama ditujukan untuk mencegah atau pun mendeteksi adanya eavesdropping dan cheating.

Fungsi Protokol

Dalam kehidupan kita sehari-hari terdapat banyak sekali protokol tidak resmi, misalnya saja dalam permainan kartu, pemungutan suara dalam pemilihan umum. Akan tetapi tidak ada seorang pun yang memikirkan mengenai protokol-protokol ini, protokol-protokol ini terus berkembang, semua orang mengetahui bagaimana menggunakannya.

Saat ini, semakin banyak interaksi antar manusia dilakukan melalui jaringan komputer. Komputer ini tentu saja memerlukan suatu protokol formal agar dapat melakukan hal yang biasa dilakukan manusia tanpa berpikir. Bila kita berpindah dari satu daerah ke daerah lain dan mengetahui bahwa kartu pemilihan suaranya berbeda dengan yang biasa kita gunakan, kita dapat beradaptasi dengan mudah. Akan tetapi kemampuan ini belum dimiliki oleh komputer, sehingga diperlukan suatu protokol.

Protokol digunakan untuk mengabtraksikan proses penyelesaian suatu tugas dari mekanisme yang digunakan. Protokol komunikasi adalah sama meskipun diimplementasikan pada PC atau VAX. Bila kita yakin bahwa kita memiliki protokol yang baik, kita dapat mengimplementasikannya dalam segala benda mulai dari telepon hingga pemanggang roti cerdas.

Penyerangan terhadap protokol

Penyerangan cryptographic dapat ditujukan pada beberapa hal  berikut :

  • algoritma cryptographic yang digunakan dalam protokol;
  • teknik cryptographic yang digunakan untuk mengimplementasikan algoritma dan protokol;
  • protokol itu sendiri;

Seseorang dapat mencoba berbagai cara untuk menyerang suatu protokol. Mereka yang tidak terlibat dalam protokol dapat menyadap sebagian atau seluruh protokol. Tindakan ini disebut penyerangan pasif, karena si penyerang tidak mempengaruhi atau mengubah protokol, ia hanya mengamati protokol dan berusaha untuk memperoleh informasi.

Selain itu, seorang penyerang dapat berusaha untuk mengubah protokol demi keuntungannya sendiri. Ia dapat mengirimkan pesan dalam protokol, menghapus pesan, atau bahkan mengubah informasi yang ada di dalam suatu komputer. Tindakan-tindakan ini disebut sebagai penyerangan aktif, karena ia membutuhkan suatu campur tangan aktif.

Seorang penyerang tidaklah hanya berasal dari lingkungan luar protokol, namun ia mungkin juga berasal dari dalam protokol itu sendiri, ia dapat merupakan salah satu pihak yang terlibat dalam protokol. Tipe penyerang semacam ini disebut sebagai cheater. Passive cheater mengikuti protokol, tetapi berusaha memperoleh informasi lebih banyak daripada yang diperbolehkan protokol bagi dirinya. Active cheater mengubah protokol dalam usahanya untuk berbuat curang.

Usaha untuk menjaga keamanan protokol akan semakin sulit apabila pihak-pihak yang terlibat umumnya merupakan active cheater, oleh karena itu suatu protokol yang baik harus mampu atau pun harus aman terhadap kemungkinan passive cheating.

Berbagai macam basic cryptanalytic attacks

Tujuan cryptanalytic attack adalah untuk mengetahui beberapa plaintext yang sesuai dengan ciphertext yang ada dan berusaha menentukan kunci yang memetakan satu dengan yang lainnya. Plaintext ini dapat diketahui karena ia merupakan standar  atau karena pendugaan. Jika suatu teks diduga berada di dalam suatu pesan, posisinya mungkin tidak diketahui, tetapi suatu pesan lazimnya cukup pendek sehingga memungkinkan cryptanalyst menduga plaintext yang diketahui dalam setiap posisi yang mungkin dan melakukan penyerangan pada setiap kasus secara paralel.

Suatu algoritma enkripsi yang kuat tidak hanya mampu bertahan terhadap serangan plaintext yang dikenal tetapi juga mampu bertahan terhadap adaptive chosen plaintext. Dalam penyerangan ini, cryptanalyst berkesempatan memilih plaintext yang digunakan dan dapat melakukannya secara berulang kali, memilih plaintext untuk tahap N+1 setelah menganalisis hasil tahap N.

Yang dimaksud cryptanalytic attacks adalah usaha-usaha yang dilakukan seseorang untuk memperoleh informasi ataupun data yang telah dienkripsi. Secara ringkas terdapat tujuh macam basic cryptanalytic attacks  berdasarkan tingkat kesulitannya bagi penyerang, dimulai dari yang paling sulit adalah :

  • Ciphertext-only attack. Dalam penyerangan ini, seorang cryptanalyst memiliki ciphertext dari sejumlah pesan yang seluruhnya telah dienkripsi menggunakan algoritma yang sama.
  • Known-plaintext attack. Dalam tipe penyerangan ini, cryptanalyst memiliki akses tidak hanya ke ciphertext sejumlah pesan, namun ia juga memiliki plaintext pesan-pesan tersebut.
  • Chosen-plaintext attack. Pada penyerangan ini, cryptanalyst tidak hanya memiliki akses atas ciphertext dan plaintext untuk beberapa pesan, tetapi ia juga dapat memilih plaintext yang dienkripsi.
  • Adaptive-chosen-plaintext attack. Penyerangan tipe ini merupakan suatu kasus khusus chosen-plaintext attack. Cryptanalyst tidak hanya dapat memilih plaintext yang dienkripsi, ia pun memiliki kemampuan untuk memodifikasi pilihan berdasarkan hasil enkripsi sebelumnya. Dalam chosen-plaintext attack, cryptanalyst mungkin hanya dapat memiliki plaintext dalam suatu blok besar untuk dienkripsi; dalam adaptive-chosen-plaintext attack ini ia dapat memilih blok plaintext yang lebih kecil dan kemudian memilih yang lain berdasarkan hasil yang pertama, proses ini dapat dilakukannya terus menerus hingga ia dapat memperoleh seluruh informasi.
  • Chosen-ciphertext attack. Pada tipe ini, cryptanalyst dapat memilih ciphertext yang berbeda untuk didekripsi dan memiliki akses atas plaintext yang didekripsi.
  • Chosen-key attack. Cryptanalyst pada tipe penyerangan ini memiliki pengetahuan tentang hubungan antara kunci-kunci yang berbeda.
  • Rubber-hose cryptanalysis. Pada tipe penyerangan ini, cryptanalyst mengancam, memeras, atau bahkan memaksa seseorang hingga mereka memberikan kuncinya.

Analisis berbagai tipe penyerangan secara matematis

Suatu penyerangan pasif atas cryptosystem adalah semua metode untuk mengungkapkan informasi tentang plaintext dan ciphertextnya dengan tanpa mengetahui kunci. Secara matematis :

Diberikan fungsi F, G, dan H yang terdiri dari n variabel.
Diberikan sistem enkripsi E.
Diberikan suatu distribusi plaintext dan kunci.

Suatu penyerangan atas E dengan menggunakan G dengan mengasumsikan F membagi H dengan probabilitas p adalah suatu algoritma A dengan sepasang input f,g dan satu buah output h sedemikian hingga terdapat probabilitas p atas h = H(P1, …, Pn), jika kita memiliki f = F(P1, …, Pn) dan g = G(EK(P1), …, EK(Pn)). Perlu diperhatikan bahwa probabilitas ini tergantung pada distribusi vektor-vektor (K,P1,…,Pn).

Penyerangan akan merupakan suatu trivial bila terdapat probabilitas paling sedikir p untuk h = H(P1, …, Pn) jika f = F (P1,…,Pn) dan g = G (C1,…,Cn). Di sini C1,…,Cn terletak pada ciphertext yang mungkin, dan tidak memiliki hubungan tertentu dengan P1,…,Pn. Dengan kata lain, suatu serangan akan merupakan trivial bila ia tidak benar-benar menggunakan enkripsi EK(P1),…,EK(Pn).

Dengan merumuskan penyerangan secara matematis, kita dapat secara tepat memformulasikan dan bahkan membuktikan pernyataan bahwa suatu cryptosystem itu kuat. Kita katakan, sebagai contoh, bahwa suatu cryptosystem adalah aman terhadap seluruh penyerangan pasif jika sembarang penyerangan nontrivial terhadapnya tidak praktis. Jika kita dapat membuktikan pernyataan ini maka kita akan memiliki keyakinan bahwa cryptosystem kita akan bertahan terhadap seluruh teknik cryptanalytic pasif. Jika kita dapat mereduksi pernyataan ini hingga pada beberapa masalah yang tidak terpecahkan maka kita masih tetap memiliki keyakinan bahwa cryptosystem kita tidak mudah dibuka.

Ciphertext-only attack

Dengan menggunakan notasi di atas, suatu ciphertext-only attack adalah suatu penyerangan dengan F adalah konstanta. Diberikan hanya beberapa informasi G(EK(P1),..EK(Pn)) tentang n ciphertext, penyerangan harus memiliki kesempatan menghasilkan beberapa informasi H(P1,…,Pn) tentang plaintext. Penyerangan akan merupakan suatu trivial bila ia hanya menghasilkan H(P1,…,Pn) ketika diberikan G(C1,…,Cn) untuk C1,…,Cn acak.

Sebagai contoh, misalkan G ( C ) = C dan misalkan H(P) adalah bit pertama P. Kita dapat secara mudah menulis suatu penyerangan, pendugaan, yang menduga bahwa H(P) adalah 1. Penyerangan ini adalah trivial karena tidak menggunakan ciphertext, probabilitas keberhasilannya adalah 50 %. Di lain pihak, terdapat penyerangan atas RSA yang memproduksi satu bit informasi tentang P, dengan probabilitas keberhasilan 100 %, menggunakan C. Jika diberikan suatu C acak maka tingkat kesuksesan turun menjadi 50%. Inilah yang disebut penyerangan nontrivial.

Known-plaintext attack

Penyerangan known-plaintext klasik memiliki F(P1,P2) = P1, G(C1,C2) = (C1,C2), dan H(P1,P2) tergantung hanya pada P2. Dengan kata lain, bila diberikan dua ciphertext C1 dan C2 dan satu dekripsi P1, penyerangan known-plaintext seharusnya menghasilkan informasi tentang dekripsi P2.

Brute-force attack

Umpamakan penyerangan known-plaintext berikut. Kita diberikan sejumlah plaintext P1,…,Pn-1 dan ciphertext C1,…,Cn-1. Kita juga diberikan sebuah ciphertext Cn. Kita jalankan seluruh kunci K. Bila kita temukan K sedemikian sehingga EK(P1) = Ci untuk setiap I<n, kita cetak DK(Cn).

Jika n cukup besar sehingga hanya satu kunci yang bekerja, penyerangan ini akan sukses untuk seluruh input yang valid pada setiap waktu, sementara ia akan menghasilkan hasil yang tepat hanya sekali untuk input acak. Penyerangan ini adalah nontrivial, masalahnya ia sangat lambat bila terdapat banyak kemungkinan kunci.


Next Page »
soccerine Wordpress Theme