Panduan Memilih Ponsel Alternatif Pengganti iPhone 3G

Posted by admin | Phone Mobile | Wednesday 27 January 2010 11:17 am

Produk-produk buatan Apple memang selalu mendapat decak kagum. Di ranah seluler, iPhone yang baru berusia satu tahun pun sudah banyak menyita perhatian para pecinta telepon genggam. Padahal bila dilihat dari fiturnya iPhone bukanlah barang baru, di pasar telepon genggam sudah banyak ditawarkan ponsel-ponsel dengan fasilitas tidak kalah menarik bahkan lebih canggih.

Jika diperhatikan secara seksama, di samping desainnya yang inovatif, ada dua kekuatan iPhone yang membuatnya fenomenal. Yang pertama adalah layarnya yang lebar. Berbeda dengan ponsel kebanyakan di mana setengah badan ponsel digunakan untuk layar dan setengahnya lagi ditempati tombol-tombol angka, pada iPhone permukaan ponsel didominasi oleh layar sehingga penggunanya dibuat lebih nyaman ketika mengekplorasi fitur ponsel.

Yang kedua, model keypad virtual. Sebelum iPhone memang sudah banyak beredar varian ponsel dengan modus layar sentuh, namun pada iPhone mode touchscreen ini dibuat lebih sensitif dan lebih halus sehingga kita hanya cukup menggunakan jari jempol untuk mengekplorasi isi menu melalui tombol virtual yang ditampilkan pada layar. Tak heran dengan modus seperti ini iPhone mampu menelurkan paradigma baru dalam berponsel, kita tidak perlu lagi menggunakan stylus pada layar sentuh, cukup dengan jari jempol memakai ponsel terasa lebih mudah dan simpel.

Sayang untuk mendapatkan iPhone tidak semudah yang dikira. Pihak Apple hanya menunjuk beberapa negara saja sebagai tujuan dagang iPhone, itu pun dengan jumlah terbatas dan dijual bundling dengan sebuah nomor perdana dari operator tertentu. iPhone 3G yang baru diluncurkan sebulan lalu hanya akan dijual resmi di 70 negara saja dan tanpa memasukkan negara kita dalam daftar pemasarannya.

Maka tak heran di beberapa negara harga iPhone langsung melambung. Di Amerika dan beberapa negara Eropa meski telah mendapat jatah iPhone 3G tetap saja harga jualnya yang cukup mahal, untuk iPhone 3G yang sudah diunlock di kedua benua itu ditawarkan mulai 599 hingga 850 USD. Bagaimana di Indonesia? Hingga saat ini belum ada gerai ponsel yang menjual iPhone 3G, kalau pun ada harganya mungkin tidak akan lebih murah dibanding di Eropa yang sekitar 8 jutaan.

Kalau dipikir-pikir, dengan harga selangit itu, fitur yang ditawarkan iPhone 3G terasa terlalu mahal, sementara pada ponsel merek lain yang mengusung fasilitas serupa kita bisa mendapatkannya dengan harga lebih murah. Sinyal akan memilihkan ponsel-ponsel mana saja yang dianggap memiliki kapasitas setara dengan iPhone. Disamping menimbang fitur-fiturnya yang harus serba canggih, kami pun menyeleksi ponsel-ponsel tersebut yang memiliki desain unik dan inovatif. Sebagai catatan, ponsel-ponsel yang kami sajikan disini tidak semuanya sudah tersedia di pasaran, untuk melihat ketersediaannya Anda dapat melihat pada rubrik Mall.

HTC Touch Diamond. Ponsel yang diluncurkan pertengahan tahun 2008 ini memiliki dimensi yang tidak terpaut jauh dengan iPhone3G. Lebar layarnya yang 2,8 inch dibalut dengan resolusi 480×640 piksel akan menampilkan gambar dan menu dengan lebih tajam. Layarnya yang bisa berotasi otomatis memanfaatkan fasilitas sensor accelerometer yang akan merubah tampilan layar menjadi vertikal atau horizontal sesuai posisi kita memegang ponsel. Sementara itu tombol navigasinya yang berada di bawah layar menggunakan touch-sensitive sehingga kita hanya memerlukan sedikit sentuhan saja untuk mengarahkan kursor.

Adapun fitur-fitur menarik yang ikut menyokong ponsel candy-bar ini seperti dukungan terhadap jaringan HSDPA dengan kecepatan maksimal 7,2 Mbps. Kemudian ada fasilitas WiFi untuk tersambung dengan jaringan WLAN di lokasi hotspot, kapasitas memori internal 4 gigabytes, kamera beresolusi 3,2 megapixel, fasilitas hiburan melalui pemutar musik dan radio FM, serta fungsi pencari lokasi GPS yang telah terintegrasi dengan dukungan A-GPS sehingga dapat mencari koordinat lokasi lebih cepat dengan bantuan GPRS. Sebagai tatap muka ditanamkan sebuah sistem operasi Windows Mobile 6.1 Professional dan platform Java MIDP versi 2.0.

Samsung i8510 INNOV8. Mengusung model geser, Samsung INNOV8 (baca: in-uh-veyt) merupakan satu-satunya terpilih yang tidak berlayar sentuh. Ponsel dengan lebar layar 2,8 inch ini diperkaya segudang fungsi fotograpi dan multimedia kelas atas dengan fasilitas tatap muka menggunakan sistem operasi Symbian S60 terbaru versi 9.3 3rd Edition dengan Feature Pack 2. Kameranya yang 8 megapixel diperkaya sejumlah fungsi memotret yang hampir setingkat kamera digital, sebut saja lampu LED yang sudah dual power, auto-panorama shot, geo tagging, wide dynamic range, autofocus dan image stabilizer. Sedangkan untuk merekam gambar bergerak disediakan fasilitas video recorder berkecepatan 120 fps pada resolusi QVGA atau 30 fps (VGA).

Seperti halnya iPhone 3G, ponsel yang menjadi partner resmi ajang World Cyber Games 2008 ini tersedia dua pilihan kapasitas memori yaitu 8 dan 16 gigabytes. Untuk keperluan berinternet disediakan WiFi dan lajur HSDPA yang telah menyediakan akses hingga 7,2Mbps. Fitur pencari lokasi disediakan fungsi GPS yang juga telah mendukung A-GPS, sedangkan untuk hiburan disediakan aplikasi pemutar musik dan radio FM dengan dilengkapi teknologi DNSe 2.0 yang akan membuat suara 3D lebih nyata, kita juga dapat mendengarkan musik pada speaker eksternal berkat hadirnya lubang audio 3,5mm.

Samsung i900 Omnia. Dikenalkan pada awal bulan July lalu Samsung Omnia digadang sebagai ponsel yang memiliki kemiripan desain paling dekat dengan iPhone. Dimensinya yang hanya berselisih beberapa mili dengan lebar layar yang cukup luas, ponsel ini disebut-sebut sebagai pilihan alternatif yang paling tepat bagi penggila ponsel model iPhone.

Layar sentuhnya sebesar 3,2 inch dengan ketajaman 240×400 pixel dilengkapi fungsi auto-rotate menggunakan sensor accelerometer, sedangkan fitur handwriting recognition dapat digunakan untuk memudahkan pemakainya mengetik pesan. Untuk berselancar ke dunia maya bisa memanfaatkan fasilitas WiFi atau HSDPA yang sudah mendukung broadband hingga 7,2 Mbps.

Kamera utamanya yang 5 megapixel disokong oleh berbagai fitur memotret terkini untuk mendapatkan gambar lebih baik. Disediakan pula fasilitas pencari lokasi GPS yang juga telah mendukung A-GPS. Sementara itu untuk fasilitas hiburan disediakan aplikasi pemutar musik dan radio FM, juga sebuah konektor yang berfungsi sebagai TV-Out.

Sony Ericsson Xperia X1. Ponsel slide ini mungkin lebih tepat disebut sebagai ponsel bisnis namun bukan penerus ponsel-ponsel Sony Ericsson seri P atau pun seri M. Dengan mengandalkan modelnya yang revolusioner, Xperia X1 ini akan bersaing langsung dengan ponsel-ponsel bisnis kelas atas. Lebar layar sentuhnya yang 3 inch didukung oleh resolusi 800×480 piksel sehingga gambar yang ditampilkan dijamin akan terlihat lebih tajam dan terang. Di bawah layar terdapat tombol navigasi arah yang menggunakan sistem optical. Sedangkan untuk melakukan rotasi tampilan layar secara otomatis digunakan sebuah fitur bernama motion sensor.

Dengan ukuran panjang dan lebarnya yang lebih pendek, ponsel geser ini akan terlihat lebih mungil jika dibandingkan dengan iPhone, hanya saja tebalnya yang berlebih beberapa mili dengan adanya keypad QWERTY. Sebagai tatap muka dipakai sistem operasi Windows Mobile 6.1 Professional dan dukungan terhadap Java MIDP 2.0.

Pada fasilitas memotretnya dibenamkan kamera sebesar 3,2 megapixel dan aplikasi perekam video berkecepatan 30 fps untuk format VGA. Fitur-fitur menarik lainnya seperti aplikasi pencari lokasi GPS yang telah mendukung A-GPS dan fungsi hiburan melalui aplikasi pemutar musik dan radio FM. Untuk berinternet tersedia fasilitas jaringan WiFi dan HSPDA yang berkecepatan 7,2 Mbps. Sedangkan untuk keperluan kantor disediakan sebuah aplikasi paket Office dari Microsoft.

HTC Touch Pro. Seperti halnya Sony Ericsson Xperia X1, ponsel pengganti Dopod ini mengadopsi modus geser ke arah samping dengan model keypad yang juga sudah QWERTY. Dikenalkan pada bulan Juni lalu HTC Touch Pro didukung layar sentuh sebesar 2,8 inch dengan ketajaman resolusi berukuran VGA (480×640). Fasilitas layarnya dilengkapi pula handwriting recognition dan fungsi rotasi otomatis menggunakan sebuah sensor accelerometer, sedangkan tombol navigasi arahnya yang sensitif memakai mode TouchFLO 3D finger swipe.

Sebagai antarmuka dibenamkan sistem operasi Windows Mobile 6.1 Professional dan dukungan terhadap Java MIDP 2.0. Fitur-fitur lainnya seperti GPS yang juga telah didukung A-GPS, sarana hiburan aplikasi pemutar musik dan radio FM, fasilitas memotret dengan kamera sebesar 3,2 megapixel, dan sebuah konektor untuk TV-Out. Sedangkan untuk tersambung ke internet disediakan fasilitas WiFi dan jaringan HSDPA berkecepatan 7,2 Mbps. Jika diperhatikan fitur-fitur yang diusung HTC Touch Pro ini tidak jauh berbeda dengan Sony Ericsson Xperia X1 yang lahir lebih awal.

No Comments »

No comments yet.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a comment

soccerine Wordpress Theme